Thursday, April 10, 2008

copy and paste

#1 mail dari die yang akan cube menggembirekan saye ketika kesedihan. trase nak copy paste kat cni lak. ngehehe.... die yang penting dalam hidup saye. thanx my dear! and i miss u sooo much lah.. haih

mek!
kuatkan semangat walau pe pon kie..
go on with your life..
chaiyok!!
ak ade lagu nk persembahkan tok kao. sile nyanyi dlm versi baba blacksheep bhse melayu

kambing biri-biri hitam ade bulu..
ye tuan, ye tuan,
3 beg penuh,
satu untuk tuan, satu untuk puan, satu untuk budak di tepi jalan..

hahahhaha..
hope u'll have a happy life!

anyway, ade satu lagu ak nk bg kao... sgt sedey lagu ni. menceritekan tentang seorang lelaki yg bunuh gerfren die.. sbb gf die curang. org kate last year die kene hukum gantung... nk dgr kt youtube pon ade. tajuk - permintaan terakhir...
kesian kt gurl tuh, kene bunuh. kwn aku ade tgk video klip die.. dak laki tu bunuh die ramei2..... sgt menyedihkan.... die tendang2 gurl tuh smpi bedarah. then boyfren die amik batu besar hentak kepale gurl tu.....hurm, jgn curang kt laki ye.. huhu. laki tu sgt kejam kan. hurm.... =)

kie la mek.... nnt ak msg kao gii ye,... ak x lek lagi la this week. sgt bz.. final nk dekat da. hehe. k.. tata!

--
~k.H.A.Y~

nah.. kat bwh nih lagu yang diceritekann ituh. bes la jugak. ngehehe..



#2 kisah danau yang saye suke tuh. hehe


SEPERTI AIR DANAU

murid yang wajahnya agak murung kebelakangan ini....


"Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?" si Guru bertanya.

"Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Susah bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang tak habis-habis"jawab si murid muda.


Si Guru tersenyum. "Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam.
Bawalah kemari. Biar kuperbaiki keadaan hatimu itu."Si murid pun berjalan perlahan-lahan tanpa semangat.Ia melaksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.


" Cuba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu," kata
Si Guru. "Setelah itu cuba kau minum airnya sedikit." Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini berkerut dek kemasinan air itu.


"Bagaimana rasanya?" tanya si Guru.

"Masin, dan perutku jadi mual," jawab si murid dengan wajah yang masih berkerut.


Si Guru tersenyum melihat wajah muridnya yang berkerut-kerut
."Sekarang kau ikut aku." Si Guru membawa muridnya ke danau dekat dengan tempat mereka. "Ambil garam yang tersisa, dan masukkan ke dalam danau"

Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa
bicara. Rasa masin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa
masin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan mursyid...

"Sekarang, cuba kau minum air danau itu," kata Si Guru sambil
mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau.


Si murid merapatkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di kerongkongnya, Si Guru bertanya
kepadanya, "Bagaimana rasanya?"


"Segar, segar sangat," kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan
tapak tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber
air di atas sana . Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah.
Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa masin yang
tersisa di mulutnya.


"Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?"


"Tidak sama sekali," kata si murid sambil mengambil air dan
meminumnya lagi. Si Guru hanya tersenyum memperhatikannya,
membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.


"Nak," kata Si Guru setelah muridnya selesai minum. "Segala masalah
dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih.
Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kamu alami sepanjang kehidupanmu itu sudah ditentukan oleh Allah, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah."


Si murid terdiam, mendengarkan.

"Tapi Nak, rasa `masin' dari penderitaan yang dialami bergantung kepada besarnya 'qalbu' (hati) yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak lagi menderita dan bersedih, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu.. Seperti air danau ini…” Jelas Si Guru tadi.

Moga danau itu kita kutip hikmahnya, kerana itu tujuan alam diciptakan..

0 penyebok: